UTS datang, Ga ada yang senang

Gila memang,
Perasaan baru masuk kuliah satu bulan tiba-tiba UTS (Ujian Tengah Semester) sudah siap menunggu. hhhhhhh, waktu memang berlalu sangat cepat. Ga terasa udah tengah semester, padahal ilmu-ilmu yang masuk belum terlalu banyak. Ya jelas lah, masuk baru satu bulan lebih, tambah lagi setiap harinya pas puasa rata-rata cuma masuk 2,5 jam sampai 3 jam perhari, satu harinya cuma 4 SKS atau 6 SKS itupun satu jam SKSnya cuma 30 menit. Gimana tu materi bisa masuk ke otak secara permanen kalau waktu sistem perkuliahannya saja cuma sebentar. Lebih lagi sekarang sudah dihadapkan dengan UTS, sesuatu hal yang sangat mempengaruhi nilai kelulusan (IPk) karena mempunyai bobot nilai sebesar 40% dari nilai keseluruhan.

Belom lagi harus ngerjain tugas-tugas yang menumpuk dari dosen-dosen yang terkadang memberikan tugas berlebihan itu. Memang sih demi kepentingan diri sendiri juga, tapi kalau begini caranya sangatlah susah untuk mendapatkan nilai bagus jika tidak dengan usaha yang sangat kerjakeras. Bagaimana tidak tugas yang diberikan menumpuk, belum lagi menyiapkan bahan untuk dipresentasikan ke depan, ditambah dengan tugas kelompok yang cukup merepotkan, dan belum lengkap karena harus mencari sendiri bahan-bahan yang akan diujikan di UTS nanti,

Memang terkadang dunia ini sudah kacau. Orang sekarang hanya memikirkan hasil output yang memuaskan tetapi tidak memikirkan bagaimana proses yang diperlukan dalam membentuk hasil yang memuaskan tersebut. Bagaimana bisa menghadapi materi-materi ujian yang begitu banyak dalam UTS hanya dengan belajar selama 1 bulan lebih sedikit. Memang sih jadwal ujian yang telah diatur memungkinkan kita untuk lebih santai, karena satu hari hanya satu mata kuliah yang diuji.

Tetapi tetap saja begitu mendengar UTS datang, maka otomatis tidak ada yang senang. Mereka selalu berkata "yahhh, UTS tinggal sebentar lagi, gw belum siap ni". Ketidaksiapan itulah yang membuat kita merasa getar-getir dalam menghadapi semua hal yang berbau ujian. Jika mendengar kata-kata ujian pasti kita hanya bisa berkata belum siap. Inilah salah satu penyakit orang Indonesia.... ketidaksiapan dalam menghadapi sesuatu yang bersangkutan dengan jalan hidup masa depan kita.

Jujur saja, saya adalah salah satu orang yang menganut sistem SKS (sistem kebut semalam). Kebut belajar semalam suntuk adalah salah satu cara yang paling sering digunakan oleh orang-orang Indonesia, padahal sistem ini merupakan sistem yang tidak efektif. Sistem kebut semalam memang sangat membantu jika kita berada didalam keadaan terdesak, tapi dengan menggunakan sistem ini materi-materi yang dihafalkan juga hanya diingat dalam semalam, namanya juga sistem kebut semalam, semalam inget semalam lagi langsung lupa...

hehehe, yang jelas sebentar lagi UTS tetap harus dihadapi. Siap tidak siap kita harus siap dalam menghadapinya..
Jadi kita harus semangat belajar........belajar......dan belajar.........

Read this | Baca yang ini



Widget by [ Tips Blogger ]

Tags:

0 comments:

Show All Comment


Poskan Komentar

www.butkaj.com